MUHAMMAD RABUDDIN

Blog Seputar Guru, Siswa, Sekolah dan sisi lain seorang Guru

HOMENGE-BLOGOPINI

Panembahan Senggaok, Kesultanan Matan, Kerajaan Mempawah hingga Kesultanan Kadariyah | Mereka Saudara

AKu baru saja baca aritikel di Wikipedia bahwa keempat entitas kerajaan yang besar di Kalimantan Barat ini mempunya sejarah panjang kenapa aku sebut mereka saudara. tidak hanya saudara dalam tatanan manusia, tapi bisa aku sebut keluarga. nih aku ceritain. sebelum adanya kerajaan Mempawah “Amantubillah” dan kerajaan pontianak “Kadariyah”. ada dua entitas kerajaan yang cukup besar di Kalimantan Barat khususnya di wilayah Mempawah. yaitu Panembahan Senggaok yang dipimpin oleh senggaok atau sengkuwuk dan Kesultanana Matan yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Zainnuddin. dua entitas ini berbagi wilayah, Panembahan senggaok di wilayah Mempawah Hulu dan Kesultanan Matan di wilayah Mempawah Hilir. pertanyaannya kok mereka akur ? yup, Karena Kesultanan Matan yaitu Muhammad Zainuddin menikahi anak dari Panembahan Senggaok yaitu Utin Indrawati. Utin Indrawati nama muallafnya setelah menikah dengan Kesultanan Matan, nama aslinya tidak saya ketahui. Sultan Muhammad Zainuddin adalah menantu dari Panembahan Senggaok.

Lalu kapan kerajaan Mempawah “Amantubillah” muncul ? ini aku ceritain.
Kerajaan mempawah muncul saat Opu Daeng Menambon bersama saudaranya diundang ke Kerajaan Matan untuk menyelesaikan perselisihan internal Kerajaan Matan. Opu Daeng Menambon sendiri merupakan keturunan Bugis Luwu dari Sulawesi Selatan. Tahta Kesultanan Matan direbut oleh saudaranya. berkat bantuan Opu Daeng Menambon dan saudaranya, Kesultanan Matan dapat direbut kembali. karena berkat kemampuan dan bantuan Opu Daeng menambon, Kesultanan Matan-pun Menikahkan putrinya dengan Opu Daeng Menambon yang bernama Puteri Kesumba. Resmi Opu Daeng Menambon adalah Menantu dari Kesultanan Matan. kira-kira kesimpulannya paham ya. hehe

ini gambar tiga kerajaan, Panembahan Senggaok saya tidak ada fotonya.

kita lanjut. Setelah menikah, Opu Daeng Menambon bersama saudara dan isteri beliaubalik lagi ke Johor malaysia untuk membantu kerajaan Melayu di sana. namun tidak lama kemudian, mertua Opu Daeng Menambon (Sultan Matan) memanggil beliau untuk yang keduakalinya karena terjadi konflik internal perembutan tahta diantara anak-anak Kesultanan Matan bahwa siapa yang menggantikan setelah sepeninggalan ayahnya. Opu Daeng Menambon-pun kembali lagi untuk menyelesaikan permasalahan internal tersebut. lagi-lagi kepiawaian Opu mampu menyelesaikannya. Opu Daeng Menambon-pun memantapkan diri menetap di Kerajaan Matan.

lalu kapan munculnya kerajaan Mempawah ? munculnya saat Panembahan Senggaok (1724 M) dan Kesultanan Matan (1737 M) meninggal dunia, tahta kerajaan Panembahan Senggaok diamanakan kepada cucunya yang bernama Muhammad Muazzuddin, Muhammad Muazzuddin memegang dua kekuasaan kerajaan yaitu Kesultanan Matan Menggantikan ayahnya dan Panembahan Senggaok Menggantikan Datoknya Karena Panembahan Senggaok tidak memiliki anak laki-laki. Setahun kemudian Cucu Panembahan Senggaok Muhammad Muazzuddin wafat (1738 M). karena wafatnya maka Kesultanan Matan diteruskan anaknya bernama Sultan Muhammad Tajuddin. sedangkan Panembahan Senggaok diserahkan Kepada Opu Daeng Menambon. nah, dari sini baru mulai muncul kerajaan mempawah pada tahun 1740 M. Opu memindahkan Panembahan Senggaok ke Sebukit Rama dan menjadi Kerajaan Islam yang kita kenal dengan Kerajaan Amantubillah. Saat kepemimpinan Opu Daeng Menambon perkembangan Islam sangat pesat.

Lalu Kesultanan Kadariyah di Pontianak munculnya kapan ? nih, aku jelasin.
Habib Husin Alqadri merupakan keturunana arab dari Hadramout Yaman. ia dikenal sebagai orang yang berkelana (tidak dijelaskan secara spesifik berkelana dalam berdagan atau berdakwah) namun pemahaman agamanya sangat luas. beliaupun diangkat menjadi Hakim di Kesultanan Matan dari generasi pertama; Muhammad Zainuddin (1737 M) , kedua; Muhammad Muazzuddin (1738 M), ketiga; muhammad Tajuddin (1749 M), keempat; Ahmad Kamaludin. Pada generasi ke-4 ini Habib Husin Alqadri berselisi paham tentang penetapan Hukum Mati pada 1755 M. Melihat Kondisi ini Opu Daeng Menambon berinisiatif untuk tinggal di Mempawah dan sekaligus diangkat menjadi Patih sekaligus Imam Besar dalam penyebaran agama Islam serta diberikan izin menempaati wilayah di daerah Kuala Mempawah (Gala Herang) dengan tujuan agar Islam semakin tersebat luas. Agar mempererat kekerabatan, Opu Daeng Menambon menikahkan putrinya yang bernama Putri Candra Midi dengan Putra Habib Husin Al Qadri Yang bernama Syarif Abdurrahman Al Qadri. Opu Daeng Menambon dan Habib Husin Al Qadri Besanan.

Syarif Abdurrahman Al Qadri yang kelak mendirikan Kesultanan Al Qadri (1778 M).

ini saja cerita singkatnya, next kita terusin lagi ya… heheh

Intinya 4 kerajaan tersebut adalah keluarga. tak patutlah kita sebagai penduduk yang lahir di Kalimantan Barat berselisih paham karena kita satu leluhur.

2 komentar pada “Panembahan Senggaok, Kesultanan Matan, Kerajaan Mempawah hingga Kesultanan Kadariyah | Mereka Saudara

  • Sepul

    Keren nih yai, ane baru tahu ada 2 kerajaan daerah mempawah sebelum kesultanan amantubillah, kemudian ana baru tau juga ternyata beliau daeng manambon besanan Ama habib Husein.
    Yg ane tau cuman ada terjalin kekeluargaan antara kesultanan amantubillah dan qadariyyah.

    Balas
    • muhammad RabuddinPenulis Pos

      yup kiyai. kesultanan amantubillah meneruskan estafet panembahan senggaok (info yang ana dapatkan panembahan senggaok ini adalah turunan dari bangkule rajank) kerajaan dayak pada zaman dahulu. karena bangkule rajank disebut oleh bapak niko medes saat melakukan wawancara di waktu beliau menghadiri acara robo-robo. semua suku di kalbar kemunkinan besar bersaudara dari leluhur. tidak ada alasan untuk bertikai

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *