Pendakwah Tidak Boleh Miskin| Jangan Ngemis
Bukan menjadi sesuatu hal yang asing lagi bahwa banyak para pendakwah yang fokus pada agama, mereka mengajar dari pagi hingga malam, hidup sederhana dan tampil apa adanya meski kebutuhan dunia kian terhimpit, ia berusaha tetap tegar dan fokus mengajar. Digaji seikhlasnya dan menerima apa adanya, menurutku itu tidak salah. that is their choice !!! itu pilihan mereka yang tidak bisa dijustifikasi.
Namun menurutku ada baiknya hidup dalam taraf proporsional lebih tenang. para pendakwah selain ia berdakwah menebarkan nilai-nilai agama sangat aman bila finansial tercukupi. Karena masih banyak para pendakwah secara finansial tidak tercukupi. Bagi mereka yang imannya kuat dengan cobaan finansial mereka berusaha agar berdakwah dengan keikhlasan dan menerima lapang dada bila honorarium yang diperoleh tak mampu menutupi kebutuhannya. tapi hati-hati, iman kadang naik dan kadang turun, ada masanya niat yang lurus kembali belok karena keadaan finansial semakin terpuruk. Berharap penuh dikasi honorarium besar dari jamaah, nilai keikhlasan sebelumnya terpaut dalam sanubari kini mengabur menjadi harapan kepada makhluk. perlu digarisbawahi bukan melarang menerima honor ya. hehe. fokus pada konteks pembahasan.
solusinya bagaimana agar aman dan benar-benar murni berdakwah karena Tuhan ? yup, selain niat yang lurus, berusaha/berdaganglah. kenapa aku saranin berdagang ? 1) bisa disetting agar menyesuaikan waktu dakwahmu, 2) menambah finansial kehidupanmu, 3) menyempit jalur setan menggoda dari sisi finansial yang berakibat menggantungkan hidup pada makhluk dengan bahasa agama, 4) bisa bercita-cita dengan wujud proses nyata berdakwah dengan harta dan jiwa yang merupakan kasta tertinggi keimanan berdakwah, 5) terhindar dari ancaman tuhan orang-orang yang menjual ayat-ayatnya.
Rasulullah Nabi Muhammad Saw berdagang, dengan perdagangannya itu dakwahnya tersebar luas. ini contoh, beliau tidak mudah terintervensi oleh finansial bahkan beliau mampu mendermakan hartanya di jalan Allah. tidak berharap donatur, tapi donatur yang berharap padanya karena wujud keikhlasan murni pada dirinya dalam berdakwah. abu bakar, umar, utsman dan ali serta sahabat lainnya yang siap habis harta hilang nyawa.
aku tidak pandai berdagang, solusinya ? yup. jika tidak bisa bedanga solusinya beternak. juga dicontohkan Rasulullah Nabi Muhammad Saw yang mengembala kambing. ternakin apa yang bisa diternakin. selagi jenis dan caranya benar pasti ada masanya finansial itu naik. apapun itu, nikmati prosesnya tanpa mengenyampingkan dakwah. jika tidak bisa berdagang, beternar, opisinya bisa bertani. masih tidak bisa, buat jasa atau apapun skillmu untuk menaikkan derajat finansialmu. Ingat !!! ad anak dan isteri yang harus dipenuhi kebutuhannya dan itu kewajiban.
dakwamu tidak butuh diuangkan bila dagangan atau ternakmu mampu mengcover finansialmu bahkan bisa berdakwa sekaligus bersedekah pada lokus dakwahmu. ini cita-cita terbesar kesempurnaan iman.
jangan minder, jangan takut diklaim guru agama, ustadz/ustadzah atau juru dakwah yang cinta dunia, dipandang aneh oleh orang lain. STOP. Pandangan itu tidak berdasar dan kalaupun dirimu tersinggung maka beristighfarlah karena kehidupan bukan mengharap pujian makhluk.
aku yakin cita-cita kita sama, berdakwah dengan harta, jiwa dan raga. yuk lakukan perubahan !!!
nanti kita bahasa agar bagaimana pondok pesantren bisa survive tanpa mengharap SPP Bulanan dan bantuan pemerintah.