MUHAMMAD RABUDDIN

Blog Seputar Guru, Siswa, Sekolah dan sisi lain seorang Guru

HOMENGE-BLOGOPINI

Pendidikan, AI dan Masa Depan Pembelajaran

Saya pernah membaca sebuah artikel di laman Dosen saya Prof. Nurs yam. Beliau pernah dikirimi pesan whats’up. pesan tersebut berjudul “Evolusi Orang Pintar”. singkatnya, ada beberapa ciri Evolusi Orang Pintar.

Pertama, Belajar untuk Menghapal. Metode ini bisa dikatakan Deep Work yaitu butuh ketekunan, keseriusan dan kecerdasan. tanpa itu semua maka proses pembelajaran terasa sulit. Di kalangan pesantren belajar untuk menghapal ini bukan menjadi sesuatu hal yang asing. para santri dituntun untuk mampu menghapal teks-teks keagamaan seperti al-quran 30 juz, alfiyah 1000 bet yang isinya penuh dengan kaidah-kaidah bahasa arab. Bahkan di beberapa kalangan pesantren dan santri dianggap mencapai standar tertinggi dalam dunia pesantren apabila sudah mampu menghapal alfiyah.

Kedua, Era Searching. Disaat memiliki beberapa pertanyaan tentang pembelajaran kita biasa menggunakannya. medianya berbagai macam, yaitu Google Search, Google Scholar dan lainnya. Mesin pencarian itu bagaikan pasar raya yang menyajikan berbagai produk yang dibutuhkan. berikan kata kunci atau kalimat maka Search Engine akan memberikan berbagai pilihan, kita hanya memilih apa yang dibutuhkan.

Ketiga, Era Algoritma. yaitu era kita disajikan dengan berbagai suguhan agar kita menyantapnya. di Hp, Laptop, Tablet dan apapun medianya selama terkoneksi internet semuanya tersedia. algoritma ini adanya di sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube, Tiktok dan lain-lain. semuanya berebut untuk menyajikan informasi terkini dengan penuh kreatifitas untuk memenuhi selera para Netizen. Konten music, entertainment,  pendidikan, social, budaya dan agama tersaji dengan eksplosifnya. 

jika kita melihat media sosial, maka akan muncul figur-figur terkenal seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Deni Sumargo dan figur-figur lainnya. Mereka semua menyajikan konten-konten yang disuguhkan bagi netizen yang tertarik dengan algoritma yang mereka bangun.

Bagaimana dengan dunia pendidikan ? saya melihat sudah banyak kanal yang menampilkan konten-konten pendidikan, misalnya tentang kurikulum, konten-konten video anak usia dini dan lain-lain, Namun sayangnya media yang berisikan konten pendidikan kalah pamor dengan konten-konten seperti Entertanint, Sosial Experiment, penyangan lagu dengan berbagai genre.

jika dicermati bersama, dunia pendidikan kita masih berkutat pada Era Searching. para siswa atau mahasiswa diberikan tugas untuk mencari dengan berbagai medianya. termasuk AI (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT, DeepSeek, Cloud, dan model AI lainnya, maka dengan mudah para siswa atau mahasiswa dapat mengerjakan tugas-tugasnya. hal ini sama sekali tidak menyalahi proses pendidikan. Namun perlu diperhatikan bahwa dalam proses pendidikan yang lebih diutamakan adalah bagaimana siswa maupun mahasiswa mampu Berpikir Kritis/ Deep Thingking yang kemudian dikonstruksikan dalam kehidupan nyata mereka. Jangan sampai AI lalu mematikan kecerdasan manusia. Saya pernah menyatakan bahwa penggunaan AI yang berlebihan akan dapat mematikan rasionalitas kita. Killing thinking: The Death of Rationality. Bahkan jika berlebihan akan dapat menyebabkan matinya keahlian atau matinya kepakaran. Killing Thinking: The Death of Expertise. Kita, para pendidik, sudah diingatkan oleh Tom Nicols tentang The death of Expertise (2017). Di sini arti penting etika AI atau di dalam Bahasa Agama disebut sebagai Fiqih AI.

One thought on “Pendidikan, AI dan Masa Depan Pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *