MUHAMMAD RABUDDIN

Blog Seputar Guru, Siswa, Sekolah dan sisi lain seorang Guru

HOMENGE-BLOGOPINI

Ada yang Mau Jadi Mufti ?

menjadi seorang mufti atau memberi ketetapan hukum merupakan posisi yang sangat besar pahalanya. Karena mufti merupakan pewaris dari pada kenabian. Selain itu mufti juga menjadi kewajiban kifayah yaitu penggur dosa dari yang lain apabila suatu daerah terdapat mufti. selain pahalanya yang agung seorang mufti juga bisa berdosa apabila memberikan suatu kesalahan dalam menetapkan hukum. maka dari itu ulama-ulama terdahulu sangat hati-hati dalam memberikan fatwa.

dalam sebuah riwayat yang saya baca, diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Laili. 120 orang kaum anshar dari kalangan sahabat Rasulullah yang salah satu dari mereka mendapatkan suatu pertanya tentang suatu masalah untuk mendapatkan jawaban fatwa.N amun mereka tidak langsung menjawab akan tetapi merekomendasikan agar bertanya ke sahabat yang lain. begitu seterusnya hingga si penanya bertemu ke sahabat yang pertama dimintai jawabannya. Hal ini menunjukkan betapa kehati-hatiannya para sahabat dalam memberikan fatwa.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘abbas Radhiyallahu ‘Anhum mengatakan; barang siapa yang berfatwa dari setiap pertanyaan yang dierikan maka termasuk majnun (Gila).

Dari perkataan Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas dapat kita pahami seorang mufti memiliki kapasitas kemampuan pada bidang-bidang tertentu. Bukankah syarat mufti salah satunya adalah Tsiqah (dapat dipercaya) spesialis pada bidang keilmuian ? . Tujuannya agar hukum yang ditetapkan menjadi paripurna dengan kesempurnaan pemahaman pada satu keahlian bidang ilmu atau bab bahasan untuk menghukumi sesuatu. apakah boleh satu ulama membidangi beberapa ilmu hingga bisa berfatwa sesuai keilmuan yang dikuasai ? jawabanya boleh namun bersyarat. Salah satun syaratnya di dalam kitab Adabul Fatawa wal Mufti wal Mustafti harus 70 orang yang mengakui tentang keilmuan yang dikuasai.

imam Abu Hanifah pernah mengatakan : ” kalau bukan karena aku khawatir hilangnya ilmu maka aku tidak akan berfatwa” bahkan beliau mengatakan ” kalian yang bertanya mah enak, lah aku yang mendapat dosa”

wallahu a’lam. besok kita sharing lagi ya. heheh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *