MUHAMMAD RABUDDIN

Blog Seputar Guru, Siswa, Sekolah dan sisi lain seorang Guru

HOMENGE-BLOGOPINI

Al-Qur’an dan Etika Teknologi di Era Kecerdasan Buatan (AI)   

 ب سِِمِ الٰلِِ  الرَّ  حِمٰنِ الرَّحِ  يِمِ   

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه   

 .أجمعي ن 

Hadirin yang dirahmati Allah Swt.,  

Pada era digital saat ini, dunia sedang memasuki babak baru peradaban manusia yang ditandai dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. AI telah digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemerintahan. Teknologi ini mampu membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat berbagai tantangan etika seperti penyebaran hoaks, manipulasi informasi, plagiarisme, pelanggaran privasi, hingga penyalahgunaan teknologi untuk kejahatan digital.  

Sebagai umat Islam timbul pertanyaan, lalu bagaimanakah Al-Quran menyikapi perkembangan teknologi dengan kecerdasan buatan AI ? sebagai jawaban Al-Qur’an dan Etika Teknologi di Era Kecerdasan Buatan (AI) adalah judul Syarahan Al-Qur’an yang akan kami sampaikan

dengan landasan firman Allah Swt QS. Ar-Rahman ayat 33 :    

يٰمَعْشَرَ الِْجنِ وَالْاِنسِْ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْا لَا تَنْفُذُوْنَ اِلا بِسُلْطٰن

Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari   

Allah).    

 Kita meyakini bahwa Al-Qur’an bukan hanya petunjuk ibadah, tetapi juga pedoman dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, penggunaan AI harus diarahkan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an agar teknologi menjadi sarana kemaslahatan, bukan sumber kerusakan.  

Menurut Imam Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya jilid 7 halaman 454 cetakan Darul Kutub Al-Ilmiyyah, kata sulthan dalam ayat ini bermakna Ay; Illaa bi amrillah (kecuali dengan izin Allah. Mafhumnya segala kekuatan, hujjah, kemampuan, dan ilmu pengetahuan merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Sementara Imam Fakhruddin Ar-Razi di dalam kitabnya Mafatih Al-Ghaib jilid 15 halaman 100-101 cetakan Dar al-Fikri mengatakan : menjelaskan :

اعلم أن هذه الآية تدل على أن الاستطاعة على النفاذ في أقطار السماوات والأرض إنما تحصل بسبب العلم، فكأنه تعالى يأمرهم باكتساب العلوم والمعارف للتوصل إلى القدرة على العارف والوصول إلى عجائب العالم العلوي والسفلي

 bahwa ayat ini mengandung isyarat agar manusia menggunakan akalnya untuk meneliti alam semesta dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bentuk pemanfaatan karunia Allah. Ayat ini menjadi bukti bahwa Islam tidak pernah menghambat kemajuan teknologi. Justru Islam mendorong umatnya menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan.  

 Segala bentuk kemajuan teknologi pada dasarnya diperbolehkan selama digunakan dalam koridor syariat dan membawa manfaat bagi umat manusia.  

Rasulullah Saw. bersabda:  

 طَلَبُ  اِلعِلمِ فرَِيضَةٌ عَلىَ كُلِ مُسلِم 

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)  

Hadis ini menunjukkan bahwa umat Islam wajib menguasai ilmu pengetahuan, termasuk teknologi modern seperti AI, selama digunakan untuk tujuan yang baik.  

Hadirin yang dirahmati Allah Swt …  

Pada masa kejayaan Islam, para ilmuwan seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Albiruni mengembangkan berbagai ilmu yang menjadi fondasi teknologi modern. Bahkan istilah algorithm yang menjadi dasar kecerdasan buatan saat ini berasal dari nama AlKhawarizmi.  

Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak pernah menolak teknologi. Sebaliknya, Islam mendorong pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Fakta Saat ini AI digunakan untuk membantu diagnosis penyakit di rumah sakit, membantu guru membuat media pembelajaran, menerjemahkan bahasa secara cepat, membantu penelitian ilmiah dan lain sebagainya. Namun, sebagian orang juga menyalahgunakannya untuk menyontek, membuat berita palsu, dan menyebarkan fitnah.  perkembangan AI juga memungkinkan munculnya teknologi deepfake, yaitu video atau gambar yang tampak asli tetapi sebenarnya hasil rekayasa komputer. Banyak masyarakat tertipu oleh informasi palsu yang dibuat menggunakan AI. Oelh karena itu, Al-Qur’an mengajarkan bahwa ilmu dan teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab. Setiap pengguna teknologi harus memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Sebagaimana firman Allah Swt di dalam alquran surat Al

Hujurat : 6 :   

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu’’.    

Di dalam kitab Tafsir At-Thabari jilid 22 halaman 271-273 cetakan Tahqiq Dar Al-Ma’arif, ayat ini memerintahkan umat Islam untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Sedangkan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa menyebarkan berita tanpa verifikasi dapat menimbulkan kerugian, permusuhan, dan penyesalan di kemudian hari.  

Rasulullah Saw. bersabda:  

 كَفىَ بِا لْمَرءِ كَذِباً  أنَ  يحَُدِ ثَ بكُِلِّ مَا سَمِعَ   

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila ia menceritakan setiap apa yang ia dengar.” (HR. Muslim)  

Hadis ini sangat relevan dengan era digital saat ini, ketika informasi dapat tersebar dalam hitungan detik melalui media sosial dan teknologi AI. Dalam sejarah Islam, para ulama hadis menerapkan sistem tabayyun yang sangat ketat. Mereka memeriksa sanad, kejujuran perawi, dan isi hadis sebelum menerimanya. Tradisi ilmiah ini menjadi bukti bahwa Islam mengajarkan verifikasi informasi jauh sebelum munculnya teknologi modern.  

Hadirin yang dirahmati Allah swt …  

Dari kedua ayat tersebut, terdapat beberapa prinsip etika penggunaan AI menurut Islam :  

1.Teknologi Harus Digunakan untuk Kebaikan (Maslahah)  

AI harus membantu pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pelayanan masyarakat, bukan untuk merugikan orang lain.  

2.Menjaga Kejujuran   

Dilarang menggunakan AI untuk membuat kebohongan, manipulasi data, atau plagiarisme.   

3.Menjaga Privasi dan Kehormatan  

Islam melarang membuka aib dan rahasia orang lain. Oleh karena itu data pribadi harus dijaga dengan baik.  

4.Melakukan Tabayyun   

Setiap informasi yang diperoleh dari internet maupun AI harus diverifikasi sebelum disebarkan.   

5.Menjadikan Teknologi Sebagai Sarana Ibadah  

Teknologi hendaknya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperluas ilmu, dan memberikan manfaat kepada sesama.  

Hadirin yang dirahmati Allah Swt …  

Dari uraian tadi dapat disimpulkan bawah kecerdasan buatan adalah salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia. Namun, teknologi hanyalah alat. Baik atau buruknya bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya. Islam tidak menolak kemajuan teknologi, bahkan mendorong umatnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bentuk pemanfaatan akal dan potensi yang telah dianugerahkan Allah Swt. kepada manusia.

Al-Qur’an. QS. Ar-Rahman ayat 33 menunjukkan bahwa manusia diberi kemampuan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi, sedangkan QS. Al-Hujurat ayat 6 mengajarkan etika dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kedua ayat ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk memanfaatkan AI secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat.  

Semoga kita menjadi generasi yang mampu menguasai teknologi tanpa kehilangan akhlak, memanfaatkan AI tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta menjadikan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan meraih ridha Allah Swt.  

Demikian yang dapat kami sampaikan lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Terima kasih atas segala perhatian.  

 .والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *