SEPUCUK SURAT UNTUKMU YANG BERJUANG
berat rasa hati dan pikiran bila tak-ku tulis surat ini. Membawaku ke dalam dunia hampa bila tak-ku sampaikan. Kita telah berjuang menyelesaikan seleksi cabor dan masih ada perlombaan seni yang belum usai. Doa dan harapanku semoga tim seni sebahagia tim cabor.
Saat juknis perlombaan itu aku dapatkan, ada rasa gundah karena kondisi keuangan sekaligus bahagia karena ini kesempatan untuk menghantarkanmu sampai titik penghabisan guna unjuk kemampuan. Ketulusan membawa kita bahagia, kompak walau berada dalam tekanan kebijakan, permainan dan kondisi keuangan yang selalu aku khawatirkan. Namun anehnya, kekhawatiran itu hilang saat aku berada bersamamu yang berjuang. Semangatmu, canda, tawamu mengisyaratkanku arti perjuangan dan persaudaraan. Itulah kamu yang mengajarkanku arti saling melindungi, mengorbankan harta, jiwa dan raga untuk kebersamaan bukan perseorangan.
Meski tak kau ceritakan lelahmu, aku tahu kau pasti lelah. Melihatmu terengah-engah mencari nafas mengingatkanku 22 tahun lalu lelahnya berjuang untuk yang terbaik. Ada rasa haru, sedih, Ada perjuangan yang sesuai harapan ada pula yang tertunda. Apapun itu, semangat BUSHIDO (pantang menyerah) yang aku lihat padamu.
bagi yang lolos, bersyukur dan terus berlatih. Bagi yang tertunda maka ini bukan akhir perjuangan. Masih ada hari esok dan seterusnya. BUSHIDO harus selalu ada dalam diri kita semua. Olah mental, olah fisik dan olah pikir harus menjadi prioritas kita bersama dan harus ada dalam diri atlit/pemain.
Jika kalah mental maka fisik dan pikir buram. Jika kalah fisik maka mental dan pikir tumpul. Jika kalah pikir maka fisik dan mental buta. Jika mental, fisik dan pikir prima sempurnalah permainan dan hasilnya adalah takdir. Hehehe….semangat.
terima kasih yang tak terhingga dan apresiasi yang tak berupa diriku padamu. Semoga selalu sehat, berkah. Apapun hasilnya, kitalah yang terbaik dari dulu, saat ini dan seterusnya.
Keren
Aminn, bagus pak semangat nye