Pemahaman Al Adabu Fauqal Ilmi
Ada ungkapan para ulama yang mengatakan bahwa Al adabu fauqal Ilmi, merupakan tahapan dalam belajar bahwa belajar yang harus dibenarkan dulu adalah adab. Pertanyaannya, mengapa adab yang harus dibenarkan dulu ? bukankah seseorang bisa mengetahui adab disebabkan ilmu, ia mengetahui baru ia beradab ? pertanyaan ini tidak salah. Jawaban dari pertanyaan adalah sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu mengetahui ilmu adab sebelum ia mengetahui ilmu-ilmu yang lain dan atau berbarengan belajar ilmu adab dengan ilmu-ilmu yang lain. Kepada demikian ? tujuannya agar semakin orang berilmu maka semakin ia memiliki sifat tawadhu’ dan wara’ dalam mengemban ilmu yang ia pahami. Tawadhu’ dan wara’-nya seseorang merupakan bagian dari adab. Semakin ia beradab maka semakin Tawadhu’ rendah hati tidak merasa diri paling pintar, tidak sombong dengan merendahakan, mempermalukan orang lain melalui ilmunya dan selalu ingin belajar dari hal apapun. Semakin ia beradab maka semakin wara’ menjaga diri dari segala sesuatu yang “Syubhat” tidak jelas kehalalan atau keharaman baik dari segi pemikiran, ucapan maupun perbuatan. Semakin beradab seseorang maka semakin berilmu ia semakin dekat dengan Allah Swt, seluruh aktivitas dunianya semata-mata tujuannya ibadah, melaksanakan segala perintahnya dengan adab dan segala ilmu-ilmu yang ia pahami.
Banyak sekali kitab yang mengajarkan tentang adab. Di kalangan pesantren di Indonesia ada kitab ta’limul muta’allim, Taisirul Khallaq. Ada juga kitab tadzkiratus sami’ wal mutakallim dan kitab-kitab lain. Semua kitab adab boleh dipelajari namun harus memiliki guru dan memiliki pemahaman dalam mengkaji dan mampu menjelaskan serta menjadi qudwah sebagai manifestasi adabnya rasulullah dan para sahabatnya. Mereka adalah para ulama tempat yang paling tepat untuk belajar adab. Selain mereka berilmu mereka juga beradab dengan sifat tawadhu’ dan wara’-nya terhadap orang lain terlebih lagi terhadap dirinya. Tidak hanya mentransfer ilmu adab akan tetapi membimbing, mencontohkan agar bagaimana ilmu adab terbentuk menjadi amal atau perbuatan yang menunjukkan keluhuran orang yang berilmu dengan adab.