MUHAMMAD RABUDDIN

Blog Seputar Guru, Siswa, Sekolah dan sisi lain seorang Guru

HOMENGE-BLOG

Bertemu dengan Palestiniyun

pada waktu itu ada kebutuhan yang harus aku beli. Tepatnya sore hari berbelanja di toko MM. sesampaiku di sana aku melihat dua orang berpostur tubuh tinggi yang sepertinya berketurunan Arab. Tampak dari keduanya seperti ayah dan anak. sembari aku menuggu giliranku ke kasir, aku melihat gelagat dan gaya bicaranya dan ternyara dugaanku benar mereka adalah orang arab. Aku melihatnya kesulitan dalam berbicara dikarenakan kasirnya tidak mengetahui bahasa arab. Mereka berbicara menggunakan google translate yang terlihat saat mereka berbicara satu sama lain. Naluriku terpantik pengen tahu sebenarnya mereka dari mana asalnya, akupun bertanya “dari mana kalian ?”. ayahnya kaget karena aku bertanya menggunakan bahasa arab. Dengan sedkit tersenyum dan mata terbelalak kecil, dia malah balik tanya “ente bisa bahsa arab ?”. jawabku ” sedikit-sedikit bisa”. kemudian ayah itu menimpal “orang Indonesia baca qurannya bagus, tajwid dan makhrajnya masya Allah ajib namun sayang mereka tidak bisa bahasa arab”. mendengar itu akupun tertawa bersama mereka. aku hanya jawab “itulah kesulitan kami”, suasana malah tambah petchah. hahah. aku tanya lagi mereka dari mana, mereka menjawab ” kami dari Palestina”. (blaassshhh langsung terbayang keadaan Palestina saat ini ).

“kalian mau beli apa “ tanyaku. ” kami kesulitan mencari makan yang sesuai dengan lidah kami”. aku sedikit terdiam sembari bergumam dalam hati “pantas saja mereka terlihat kebingungan memilih produk”. “tuh di belakangmu ada roti” sambil tanganku mengambil roti. mereka hanya merespon geleng-geleng kepala. karena waktu mau maghrib, singkat cerita aku tinggalkan mereka tanpa memberikan solusi apapun.

Sesampaiku di rumah, hatiku terasa mengganjal dan kepikiran terus. Bayangin saja seandainya kita berada di posisi mereka saat kesulitan pasti membutuhkan bantuan. apalagi itu saudara kita yang sangat menderita pasca peperangan. Tanpa pikir panjang aku balik lagi mencari mereka sedangkan azan maghrib berkumandang. Eh ternyata benar dari kejauhan aku melihat mereka berjalan kaki sembari sesekali berhenti melihat keadaan sekitar. Aku samperin. “pak, tunggu sini ya, aku ada kurma karena kebetulan aku pedagang kurma “ aku sebut saja kurma sukari. respon mereka bahagia.

segera aku packing kurma sukari dan tambahan kurma bam barari kemudian kembali lagi menghampiri mereka, terlihat lagi duduk di depan warkop Serba Rasa KOPITIAM. ‘‘ini pak kurmanya” kataku. Mereke menjawab “masya Allah, terima kasih. Berapa harganya ?”, aku jawab “ngak usah ambil saja”. sembari mereka melihat isi dalamnya, mereka kaget karena aku beri tambahan kurma bam barari. “ini kebanyakan, kasi kami salah satunya saja ngak usah terlalu banyak”. aku jwab ” tidak apa-apa, ambil saja halal. sukari dari Arab Saudi dan bam barari dari Iran”. mereka tersenyum dan mendoakanku panjaaaang banget. “aamiiin” sahutku.

aku bertanya-tanya apa mungkin warga negara Palestina masuk ke Indonesia tidak ada guide yang mendampingi ? jawaban ini terjawabkan setelah aku duduk bersama salah satu jamaah masjid At Thayyibah di warung. Iamengatakan “mereka itu sering shalat 5 waktu di masjid At Thayyibah dan mengontrak rumah dekat dengan masjid. mereka imigran dari malaysia, isterinya masih di sana”. mudah-mudahan aku bisa bertemu lagi. sorry fotonya tidak ada, karena ngak enak mau ngajak foto paletiniyunnya. hehe.

next story ya. jangan lupa pantengin terus.

One thought on “Bertemu dengan Palestiniyun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *